Categories Navigation Menu

Sistem Pembelajaran

Tahapan pendidikan dokter di FK UNRI dilaksanakan melalui kurikulum berbasis  kompetensi dengan pendekatan/ strategi SPICES (Student-centred, Problem-based, Integrated, Community-based, Elective/Early, Clinical Exposure, Systematic).

Isi kurikulum meliputi prinsip-prinsip metode ilmiah, ilmu Biomedik, ilmu Humaniora, ilmu Kedokteran  Klinik, ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Pencegahan, dan Kedokteran Komunitas  yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012.

Penjenjangan kurikulum pendidikan dokter di FK UNRI disusun sesuai dengan tahapan, yaitu :

Tahap I : Dasar-Dasar ilmu Kedokteran

Tahap ini adalah dimana mahasiswa dipersiapkan untuk menguasai dasar-dasar Ilmu  Kedokteran dan aplikasinya dengan cara :

– Menguasai prinsip-prinsip belajar di fakultas kedokteran, pengelolaan informasi

– Menguasai dasar-dasar dan teknik komunikasi efektif

– Menguasai ilmu kedokteran dasar

– Menguasai tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak konsepsi sampai kematian (siklus hidup manusia).

Tahap pertama ini berada pada semester I dan semester II yang terdiri dari Blok Belajar dan Humaniora; serta blok sistem yang meliputi Blok Sistem Saraf dan Lokomotor; Sistem Sirkulasi dan Respirasi; Sistem Gastrointestinal, Metabolisme, dan Endokrin; Sistem Urogenital dan Reproduksi; Serta Sistem Integumen, Imunologi, dan Indera. Mata kuliah dasar umum juga diberikan pada tahap ini, yaitu Ilmu perilaku, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama dan Bahasa Inggris untuk mendukung ilmu kedokteran.

Tahap II : Transisi Teori dan Praktik Ilmu Kedokteran Klinik

Tahap kedua ini adalah tahap transisi dimana mahasiswa mampu menguasai kedokteran dasar, ilmu-ilmu kedokteran klinik, keterampilan klinik dan prosedur klinis, kegawatdaruratan, selanjutnya mampu menerapkannya pada pasien simulasi dan phantom.

Pada tahap ini, mahasiswa diharapkan dapat melakukan analisis masalah dengan cara menguasai dasar-dasar diagnosis, pengelolaan dan pencegahan penyakit/ masalah kesehatan dan mempu melakukan, menulis, dan menyajikan penelitian di bidang kesehatan sesuai dengan kaidah ilmiah.

Tahapan ini berada pada semester III hingga semester VII, yaitu pada blok Masalah Sistem Muskuloskeletal; Masalah Sistem Kardiorespirasi; Masalah Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier, dan Pankreas; Masalah Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi; Masalah Sistem Ginjal dan Saluran Kemih; Masalah Sistem Hematoimunologi dan Integumen; Masalah Sistem Syaraf; Masalah Psikiatri; Masalah Sistem Indera; Forensik; Elektif; Masalah Kesehatan Reproduksi; Masalah Neonatus, Infant, dan Childhood; Masalah Kegawatdaruratan; Masalah Kesehatan  Kerja,Lingkungan, dan Perbatasan; serta Masalah Kesehatan dan Kedokteran Layanan Primer.

Mata kuliah Biostatistik juga diberikan pada tahap ini untuk mendukung ilmu kedokteran.

Tahap III : Praktik Klinik/Kepaniteraan Klinik

Kepaniteraan Klinik (KK) adalah bentuk pengalaman belajar klinik yang merupakan praktik profesi (Professional Training). Kepaniteraan Klinik diwujudkan dalam serangkaian kegiatan pembelajaran berupa rotasi klinik stase pada 14 Kelompok Jabatan Fungsional (KJFD) Klinik, dan 2 stase berhubungan dengan kesehatan masyarakat yaitu Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Community Oriented Medical Education (COME).Community Oriented Medical Education adalah bentuk pengalaman belajar inovatif dalam sistem pendidikan dokter yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan dan merupakan rotasi terakhir dari kepaniteraan klinik. Area kompetensi tambahan sebagai kompetensi unggulan dimunculkan pada bagian kesehatan masyarakat dan komunitas wilayah pesisir.

Pemetaan tahapan pendidikan di FK UNRI :